Arsip untuk Oktober, 2008

23
Okt
08

kau boleh bersandar di bahuku..

Mama selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting..?

Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, “Telinga, Ma..” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.

“Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti.”

Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. “Ma.., penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita.”

Dia memandangku dan berkata, “Kamu belajar dengan cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta.”

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Mama terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, “Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku.”

Akhirnya, ketika kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah aku melihatnya menangis. Mamaku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek..

Dia bertanya padaku, “Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?”

Aku terkejut ketika Mama bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Mama dan aku. Mama melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, “Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar “hidup”.

Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting.” Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air. Dia berkata, “Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.”

Aku bertanya, “Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?”

Mama membalas, “Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya. “

Akhirnya, aku tahu.
Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.
Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.

Orang akan melupakan apa yang kamu katakan.
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan.
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti..

23
Okt
08

beban..

Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen F. Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira-kira segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya, ” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya,” lanjut Covey. “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi.” Kita harus meninggalkan beban kita secara periodic, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban tersebut.”

“Bukan beban berat yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.”

16
Okt
08

didalam gundah

sebetulnya banyak yang ingin aku ceritakan..

tapi entah kepada siapa hendak ku ceritakan..

mungkin hanya akan ku pendam dalam hati..

dan kan ku ceritakan kepadamu pada saatnya nanti..

 

aku hanya ingin memeluknya.. mengenggam tangannya.. dan menatap matanya..

agar ia tahu.. agar ia mengerti.. betapa dalam, betapa besar rasa ini..

cinta.. pasti kan datang kembali.. cinta.. memang indah pada waktunya..

memang saat ini hatimu tak disini.. tapi aku percaya.. bahwa cinta kan membawamu kembali..

07
Okt
08

sebuah doa..

Yaa Allah…
Aku berdoa untuk seorang wanita yang akan menjadi bagian dari hidupku..
Seseorang yang sangat mencintai Mu lebih dari segala sesuatu..
Seorang yang akan meletakkan ku dihatinya setelah Engkau dan Muhammad..
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Yang berhati, yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau..
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baik Mu ada pada pribadinya..
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup..
Sehingga hidupnya tidak sia-sia..

Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas..
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku..
Seorang yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasehatiku..
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau ya Allah..
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam  setiap waktu dan situasi..
Seseorang yang  membuatku merasa berarti ketika aku berada di sisinya..

 

Yaa Allah..
Aku tak meminta seseorang yang sempurna,

sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mata Mu..
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya..
Seseorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya..
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya..
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup..

 

Aku hanya berusaha mengikuti jejak dari Rasulullah dan para sahabat,

Membangun keturunan yang sholeh dan sholehah..
Membangun peradaban, dan membuat Rasulullah bangga di akhirat..
Karena aku sadar aku bukanlah manusia mulia Yaa Allah..

 

Aku tidak mengharap dia orang yang semulia Ummu Sulaim, Atau setaqwa Aisyah, pun setabah Fatimah, Ataupun sekaya bunda Khadijah, setegar Asma Juga segagah Nusaibah, apalagi secantik Zainab..
Aku hanya mengharap seorang wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Menjadi sholeh, menjadi ainul mardhiyah

 

Aku juga meminta,

Jadikan dia pelindung bagiku..
Buatlah aku menjadi pria yang dapat membuatnya bangga..
Berikan aku hati yang sungguh mencintai Mu sehingga aku dapat mencintai Nya dengan sepenuh jiwaku..
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dari Mu..
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya..
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak dalam dirinya..
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana..
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat..
Bunga mawar tak mekar dalam semalam, namun bisa layu dalam sedetik..
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap..
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa terberai dalam sesaat..
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.. Tapi awal sebuah langkah..

 

Karenanya, jadikanlah suatu saat nanti, pernikahan kami sebagai titian..
Untuk belajar kesabaran dan ridho-Mu, Yaa Rabbi..
Dan bilamana akhirnya kami berdua bersatu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan : “Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bersatu pada waktu yang tepat..
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan..

 

Amien..

Semoga ‘KAU’ lah wanita yang aku harapkan disemua jalan yg telah, sedang dan akan aku jalani di dunia dan akhirat…
Semoga di sisimu aku bisa merasa ketenangan dan keindahan didunia..dan di akhirat..




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.